Kaca Mata

 Oleh: Khaidar Naufal Pasingsingan 



Menjelang senja ku tak tau namanya,

Rintikan hujan menafsirkan rasa di dalam nuwansa lara.

Yang menyinari senyumu di dalam rindu.

Langkahmu yang mendayu – ndayu bak putri yang ayu.

Air dimata sungguh tak berdaya,

dan  sederhana yang tak membuat lara.

Pelukan mendekat yang tak berujung sesat,

Surat pipipun merona mempunyai arti yang tersirat.

Pakai jaketmu untuk hati sang pemikat,

Agar rinduku didalam hatimu lebih hangat.

 

Yogyakarta,25 Desember 2021