Bingkai Tua Di Yogyakarta

Oleh: Khaidar Naufal Pasingsingan


Kicauan burung itu masih ada,

menjelma diantara kursi tua yang rapuh termakan usia.

Matamu seakan berbicara di atas penderitaan burung di sangkarnya,

Dan hatimu lembut bagaikan sutra.

Berjemur di bawah sinar surya untuk menyelamatkan fikiranya.

Tangan keriput membuat rumah sulit diangkut.

Berjalan – jalan di aspal yang rusak, aku tau kau terdesak.

Kursi roda itu menjadi saksi untuk tidur yang semerbak.

 

Kucing pergi meninggalkan minti,

Berbaring di nasib berduri meratapi awan yang telah mati.

Prasastimu tak henti – henti untuk menusuk kelenjer abadi,

berbicara layaknya primadona yang tak terganti.

Lentara menyinari wadahnya sendiri,

lilin melelehkan badanya sendiri,

jiwamu melukai dirimu sendiri,

sepeda kecilku pun kau perbaiki dengan sedenyut nadi.

 

Yogyakarta,25 Desember 2021